Mengetik ke chatbot terasa seperti bicara sendiri di kamar. Padahal lebih mirip bicara di kafe: biasanya aman, tapi kamu tidak bisa menjamin tidak ada yang mendengar.
Dua kisah nyata
Pada April 2023, insinyur di divisi semikonduktor Samsung memasukkan kode sumber rahasia ke ChatGPT untuk mencari kesalahan, dan karyawan lain mengunggah catatan rapat untuk dijadikan bahan presentasi, menurut CNN Indonesia. Perusahaan kemudian membatasi input dan akhirnya melarang pemakaian AI generatif oleh stafnya, dengan alasan data yang dikirim tersimpan di server eksternal dan sulit ditarik kembali.
Kasus kedua terjadi di 2025. CNA Indonesia melaporkan ribuan percakapan ChatGPT terindeks mesin pencari karena fitur berbagi tautan, dengan satu penelusuran menemukan lebih dari 4.500 tautan, sebagian berisi cerita pribadi dan rahasia bisnis. Peringatannya ditulis dengan teks kecil, dan OpenAI kemudian menghapus fitur eksperimen itu.
Daftar yang sebaiknya tidak dimasukkan
Lima hal yang sebaiknya tidak pernah diketik ke chatbot: kata sandi, kode OTP, PIN, dan nomor kartu atau rekening; NIK, nomor paspor, dan dokumen identitas; data pelanggan, karyawan, atau mitra yang bukan milikmu; dokumen kantor yang rahasia, kontrak, dan kode sumber internal; serta rekam medis lengkap dan cerita pribadi yang tidak ingin kamu lihat di tempat lain.
Pegangan hukum yang sudah ada
UU PDP No. 27 Tahun 2022 mendefinisikan data pribadi sebagai data tentang orang yang teridentifikasi atau dapat diidentifikasi, secara langsung maupun tidak langsung, dengan prinsip tujuan jelas, terbatas, akurat, aman, dan bisa dipertanggungjawabkan. Kalau kamu memasukkan data orang lain ke AI, sebaiknya anggap kamu ikut bertanggung jawab atas data itu.
Kebocoran sering bukan karena peretasan, tapi karena kebiasaan: salin, tempel, kirim. Cara amannya praktis saja: samarkan nama dan angka sebelum menempel, ganti nama perusahaan dengan sebutan umum, ringkas masalahnya dulu daripada menempel seluruh dokumen, dan periksa dulu apakah tautan berbagi bisa dibuka siapa saja sebelum membagikannya. Memasukkan data pribadi ke chatbot itu seperti menitipkan tas di tempat yang belum kamu tahu aturannya. Mungkin aman, tapi jangan titip dompet dan kunci rumah.